Briefing Kejurnas MotorPrix Subang 2018 Memanas, Debat Terjadi Antara Juri dan Perwakilan Peserta
2018-04-16 04:24:22

Otomotifzone.com – Subang. Gelaran Kejurnas MotorPrix region 2 putaran 2 memang akan diadakan akhir pekan ini (14-15/4) di Sirkuit Gery Mang Subang, Jawa Barat. Seperti biasa perwakilan peserta diajak duduk bersama untuk briefing ( 13/4) di Grant Hotel Subang, Jawa Barat. Briefing Kejurnas MotorPrix Subang kali ini memanas. Debat antara juri dan perwakilan tim terjadi.

Debat yang terjadi antara juri Kejurnas MotorPrix Subang M. Taufik dan para perwakilan peserta terjadi. Semua dipicu karena biaya lisensi yang harus dibayar oleh peserta. Yang mana keputusan ini sudah menjadi keputusan rapat kerja Nasional IMI Tahun 2017 dan SK Ketua UMUM IMI Pusat No. 053/IMI/KEP/A/III/2018 tertanggal 19 Maret 2018 tentang Seminar & Workshop Lisensi – Sertifikat Ikatan Motor Indonesia tahun 2018, serta menindaklanjuti Surat IMI Pusat No. 348/IMI/B/III/2018 tertanggal 23 Maret 2018 dan sesuai hasil evaluasi Olahraga Sepeda Motor IMI Pusat. Maka Lisensi Entrant Olahraga Sepeda Motor belaku dengan ketentuan.

“ Ya tadi kan selaku juri sudah melaksanakan yang diberikan tugas untuk kita dari PP IMI. Kami sempat dapat teguran dari PP IMI. Apa daya balapan tanpa peserta mas. Oleh sebab itu pada seri awal kita menampung aspirasi dari para peserta,” ujar M. Taufik yang langsung ditemui Otomotifzone.com

Lanjutnya,” Awalnya memang pembayaran lisensi enam juta tapi jadi tiga juta. Semua itu atas permintaan dari tim. Yang mana waktu itu Pak Doni selaku dari direktur balap motor PP IMI Pusat menyembatani dan menyampaikan keberatan dari tim ke pengurus pusat. Lalu keluarlah surat,”

Memang awalnya keputusan bahwa setiap tim harus membayar Rp. 6.000.000. Namun pada seri dua ini semua sudah diambil jalan keluar dengan pemangkasan dana dari keberatan peserta. Namun menurut peserta ini semua masih terlalu besar.

Yang mana biaya lisensi tim yang tidak mendapat support atau biasa kita sebut Privater harus membayar Rp. 500.000 disetiap putaran dan Rp. 1.000.000 untuk tim Produk. Namun semua ini bisa di bayar tahunan. Yang mana satu tahun mereka bisa membayar sebesar Rp. 1.500.000 untuk privater dan Rp. 3.000.000 untuk tim produk.

Dengan demikian keputusan ini masih tetap ditentang keras oleh setiap tim di seri dua ini. Dan membuat tim memprotes akan keputusan yang sudah berlaku