Kolaborasi Klop Toyota Team Indonesia - GT Radial, Haridarma Manoppo Tak Terbendung
2019-07-12 06:30:38

mobilinanews (Bogor) - Pembalap andalan Toyota Team Indonesia (TTI), Haridarma Manoppo kembali mengamankan podium pertama pada putaran ke-2 Kejurnas ITCR Max yang berlangsung Minggu (7/7) di Sirkuit Sentul, Bogor.

Sejak awal start Haridarma sudah langsung mendominasi. Bahkan, Haridarma sebenarnya sempat unggul jauh, namun safety car yang masuk ke lintasan kembali membuat gap menjadi rapat dengan kompetitor. Meski begitu, pria yang hobby bermain tenis ini mampu mempertahankan posisi hingga finish.

"Balapan kali ini semuanya lancar, strategi saya berjalan baik. Dan kembali meraih posisi pertama di seri 2 ini," kata Haridarma.

"Meskipun di akhir-akhir balapan safety car masuk tapi ternyata masih bisa bertahan di posisi satu hingga finish," lanjutnya.

Kemenangan ini membuat Haridarma kokoh di puncak klasemen sementara Kejurnas ITCR Max, karena sebelumnya di seri 1 lalu, ia juga meraih posisi pertama.

Sementara itu, posisi kedua akhirnya menjadi milik Alvin Bahar dari tim Honda Racing Indonesia disusul pembalap TTI lainnya yakni Demas Agil di posisi ketiga.

Dominasi TTI di kejurnas ITCR Max tidak lepas dari penyempurnaan ban GT Radial sebagai ban resmi yang dipakai para pembalap TTI.

Sejak kehadiran Franck Lochi yang menjabat sebagai Head of Proving Ground and Managing R&D Motorsport Division PT Gajah Tunggal Tbk, GT Radial selalu berinovasi khususnya untuk menghadirkan ban terbaik di sirkuit.

Lochi yang memang sudah kenyang pengalaman dalam dunia balap mengaku mendapat tantangan tersendiri bersama GT Radial. Pasalnya regulasi balap kejurnas di Indonesia mengharuskan penggunaan ban yang dijual di pasaran.

Karena itu, ia dan tim R&D GT Radial harus merumuskan formula tepat bagaimana caranya untuk mengimprove performa ban harian namun kompetitif saat melahap sirkuit.

Hasilnya pun luar biasa, GT Radial Champiro SX2 berhasil menjadi senjata TTI dalam mengejar titel juara nasional ke-3 beruntun tahun ini.

Franck Lochi menjelaskan dalam pengembangan Champiro SX2, timnya tidak melakukan perubahan ekstrim pada kompon, namun ia lebih banyak menganalisa input dari para pembalap tim TTI.

"Tidak selamanya perubahan struktur dan kompon pada sebuah ban. Terkadang kami hanya perlu menganalisa input pembalap terhadap ban sebagai data untuk membuat pengembangan lanjutan. Jadi data dari pembalap sangat penting dan sangat menentukan," ujar Lochi yang sudah belasan tahun mengolah data ban balap pada kejuaraan balap dunia. (adr)