SIC888: Wakil Indonesia finis lima besar
2018-10-10 07:48:03

Andrew Haryanto, Anderson Tanoto, dan Rio Haryanto finis kelima pada peringkat keseluruhan balapan ketahanan SIC888 yang berlangsung sekitar enam jam di Shanghai International Circuit, Minggu (7/10).

Awal balapan menjadi momok bagi ketahanan ban tiga kompetitor GT3 yang disuplai oleh Hankook. Tengah memimpin balapan di Lap 13, J Fly Racing mengalami pecah ban kiri belakang. Tak lama kemudian, safety car pertama keluar.

Setelah bendera hijau berkibar, mobil #77 Audi R8 LMS GT3 kembali terdepan, mengungguli skuat Absolute Racing dan Singha Plan-B.

Pada Lap 23, Absolute Racing #13 mengalami kejadian serupa dengan J Fly di Tikungan 1. Sayang, karena jarak menuju pit masih terlalu jauh, kerusakan bodywork tak terhindarkan.

Beruntung, Adderly Fong sukses memarkirkan Audi R8 LMS GT3 untuk perbaikan. Tiga lap berselang, ban kiri belakang Singha Plan-B juga pecah.

Absolute Racing GT4 #89 masuk pit untuk pertama kali, Lap ke-34. Rio pun menjalani debut balapan GT di balik kemudi Audi R8 LMS GT4.

Jelang berakhirnya balapan, Singha Plan-B menjadi salah satu tim GT3 yang gagal melanjutkan balapan, setelah sebelumnya J Fly Racing tak mampu melanjutkan balapan.

Namun, karena telah menyelesaikan lebih dari separuh durasi balapan, trio Kantasak Kusiri, Piti dan Bhurit Bhirombhakdi dinyatakan finis ketujuh.

Dua tempat teratas dikuasai oleh skuat Absolute Racing, dengan mobil Audi R8 LMS GT3 #888 (Martin Rump, Yuan Bo, dan Bao Jinlong) dan #13 (Fong, Cheng Congfu, dan Sun Jingzu). Podium terakhir sukses diraih oleh FFF Racing Team (Andrea Caldarelli, Andrea Amici, Fu Songyang, dan Hiroshi Hamaguchi).

Tiga pembalap Tanah Air yang berbagi mobil Audi R8 LMS GT4 akhirnya finis kelima di belakang Liqui Moly Team Engstler dari kelas TCR. Wakil terbaik GTC dan TP1 masing-masing direngkuh oleh Nonda Motorsport dan ASR di posisi kesembilan dan kesepuluh.

SIC888 menyertakan tujuh kelas berbeda dalam satu lintasan. Berdasarkan spesifikasi mobil, urutan kelas terkencang hingga terlambat secara teori adalah GT3, GTM, GTC, GT4, TCR, TP1, dan TP2.

Namun, karena berbagai faktor seperti strategi dan konsistensi saat membalap, kelas yang lebih lambat masih bisa mengungguli kelas di atasnya yang lebih kencang. 

Sama seperti beberapa balap ketahanan lainnya, lakban nampaknya menjadi solusi ampuh untuk memperbaiki bagian bodi yang terlepas.

Mobil #88 tim ASR kelas TP2 mengalami beberapa kerusakan di bagian depan, terlihat dengan banyaknya tempelan lakban untuk menyambung bumper dengan bodi.