Terima CEO Dorna, Presiden Jokowi Nyatakan Kesiapan Gelar MotoGP 2021 di Mandalika NTB
2019-03-13 07:52:03

mobilinanews (Bogor) - Presiden Jokowi menerima CEO Dorna Carmelo Ezpeleta dan Dirut PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019) hari ini.

Jokowi menyampaikan kesiapan Indonesia menyelenggarakan MotoGP tahun 2021 di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kesiapan ini, selain organisasi, juga termasuk infrastruktur untuk penyelenggaraan.

“Saya sampaikan bahwa kita siap,” tegas Presiden Jokowi kepada wartawan usai menerima  Ezpeleta, Abdulbar M. Mansoer, dan beberapa pembalap Astra Honda Racing, di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor.

Menurut Presiden, kedatangan CEO Dorna itu ingin mendapatkan keyakinan kesiapan Indonesia, karena sudah ada tanda tangan kerja sama antara ITDC dan Dorna terkait penyelenggaraan MotoGP 2021.

Presiden mengingatkan, menyelenggarakan event sebesar Asian Games yang diikuti peserta dari 35 negara saja kita siap dan sukses.

 Karena itu, untuk MotoGP 2021 ini, Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk optimistis. “Kita harus optimis, harus optimis,” ujarnya.

Ditegaskan Jokowi, kesiapan Indonesia sudah rampung, dengan pendekatan menunjukkan lokasinya seperti ini. Dan memberitahu pada mereka bahwa kita siap untuk berinvestasi di Mandalika dalam rangka untuk mendapatkan hak penyelenggaraan MotoGP.

Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai pembangunan sirkuit jalan raya MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal dimulai September 2019.

Nantinya yang mengerjakan pembangunan sirkuit tersebut adalah Vinci Construction yang berasal dari Prancis.

Menurut Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar Mansoer komitmen investasi kontraktor asal Prancis itu sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000).

“Vinci sudah komitmen untuk investasi US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliun selama 15 tahun,” kata Mansoer.

Diperkirakan dana investasi yang dikeluarkan sebanyak Rp 14 triliun itu tidak hanya untuk sirkuit MotoGP di Mandalika. Melainkan juga perangkat lainnya yang mendukung penyelenggaraan balapan. (bs)